SINGING GLORY PRAISE THE LORD

*Gembala Menyapa*
18 Februari 2019

*SINGING GLORY PRAISE THE LORD*
1 Korintus 14:1-5, 13-19

Nyanyian pujian adalah bagian yg tidak terpisahkan dalam ibadah Kristen. Nyanyian pujian semakin berkembang dari waktu ke waktu. Diskusi mengenai ibadah seringkali berujung pada ketidaksepakatan. Penyebabnya rujukan mengenai nyanyian ibadah sangat terbatas di Alkitab& lebih didasari pemahaman&selera musik pribadi.

Salah satu rujukan dalam Alkitab adalah bacaan kita sekarang. Tapi untuk lebih paham maksud Paulus, maka kita perlu lihat konteksnya.

1 Korintus dituliskan karena terjadi ketidaktepatan pemahaman tentang bahasa roh. Merek menganggap bahwa bahasa roh adalah karunia tertinggi, sehingga mereka berlomba-lomba berbahasa roh. Paulus kemudian mengingatkan bahwa semua karunia itu penting&saling melengkapi.

Dalam ibadah yg dibangun bukan hanya aspek pribadi tapi juga komunitas. Bernyanyi dengan roh & akal budi berarti membangun hubungan pribadi dengan Tuhan & membangun kerohanian sesama.

Tapi banyak yg tidak sadar, sehingga yg terjadi:
*a. Tidak bernyanyi dengan suara, dengan alasan cukup dalam hati*
*b. Tidak bernyanyi jika jenis musiknya tidak sesuai selera*
*c. Tidak menyanyi jika iringan musik tidak sesuai selera*

Padahal, saat kita menyanyi punya peran yg luar biasa:
*1. Membangkitkan semangat orang yg datang beribadah*
*2. Menumbuhkan pengharapan bagi yg putus asa*
*3. Meneguhkan hati orang yg dalam kebimbangan*
*4. Menegur, membawa pertobatan kepada yg berkubang dalam dosa*
*5. Mengajar orang yg mulai sesat karena pengajaran yg salah*

So, sudahkah kita menyanyi dengan segenap roh & akal budi di setiap persekutuan & ibadah kita?

*SalamWelasAsih*

*NB: jika merasa diberkati melalui renungan ini, kirimkan ke saudara-saudara yang lain*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *